keynote_01

Jepang, Tokyo – 25 November 2019 – 
LINE Corporation kembali menghadirkan salah satu acara tahunan miliknya, LINE Developer Day pada 20-21 November 2019 kemarin di Tokyo, Jepang. Tahun ini, acara konferensi teknologi untuk para pengembang ini digelar selama dua hari berturut-turut dengan dihadiri oleh lebih dari 3000 peserta yang berasal dari komunitas pengembang, pelajar sekolah dan universitas, para tamu undangan, dan lain sebagainya.

LINE Developer Day 2019 menyajikan sebanyak 68 main talks, 42 short tracks, 9 poster sessions, 6 hands-on sessions dan 19 booths. Tahun ini, LINE Developer Day menjadi ajang kelima yang diselenggarakan guna mengumumkan berbagai pencapaian dan inovasi LINE Corporation di bidang teknologi. Selama satu tahun ke belakang, LINE Corporation telah menghadirkan sebanyak 23 layanan baru untuk para pengguna nya di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri telah hadir LINE Help, LINE Ramadan, LINE JOBS for Employer, dan LINE SPLITBILL dalam kurun waktu tersebut.

Foto 2

 

Pada kesempatan ini juga, Euivin Park, Chief Technology Officer LINE, hadir sebagai pembicara pada sesi Keynote yang membawakan tema utama “LIFE with LINE” yang fokus memperkenalkan konsep “Connect with LINE Platform” dan “Natural Experience with AI Technology.”

Sesi Keynote

LIFE with LINE fokus pada empat bidang, yakni Fintech, Commerce, O2O, dan Contents & Entertainment. Di bidang Teknologi Keuangan (Fintech), kurang lebih 8 (delapan) layanan telah hadir dalam satu tahun ini, salah satunya adalah BITMAX di Jepang. Salah satu layanan keuangan dari LINE, LINE Pay yang hadir di Jepang, Taiwan, Thailand, dan Korea telah memiliki kurang lebih 50 juta pengguna di seluruh dunia dengan pengguna tertinggi berada di Jepang sebanyak 37 juta pengguna.

keynote_07

Pada sesi Keynote ini, diperkenalkan juga konsep “Connect with LINE Platform” yang salah satunya membahas kehadiran LINE Mini App, platform layanan baru yang dikembangkan di dalam aplikasi LINE yang memungkinkan perusahaan atau bisnis untuk membuat laman mereka sendiri di dalam aplikasi LINE serta membuat daftar layanan mereka seperti menu restoran dan harganya, reservasi, kupon, atau membuat kartu langganan. LINE Mini App memungkinkan perusahaan terhubung dengan pelanggannya secara lebih dekat.

 

Selain itu, sesi ini juga memperkenalkan pengembangan pada kecerdasan buatan (AI) di platform LINE melalui LINE Brain. Kecerdasan buatan di platform LINE melingkupi 8 area utama, yakni Speech, NLU, Voice, Data, Video, Face, OCR, dan Vision yang semuanya menghadirkan berbagai teknologi yang mempermudah kebihdupan pengguna setia LINE di berbagai negara. Teknologi Optical Character Recognition (OCR) milik LINE contohnya telah dibenamkan pada tiga layanan, seperti LINE SPLITBILL, LINE Music, dan LINE CONOMI. Sementara teknolgi kecerdasan buatan di lingkup Voice, telah terdapat di dalam produk Clova, Papago, Gatebox, dan LINE CARNAVI.

Foto 4

Pada paruh kedua sesi Keynote, Shinichiro Isago, LINE BRAIN Dept Lead, lebih jauh menjelaskan tentang LINE Brain yang mengombinasikan teknologi pengenalan wajah melalui Face Sign, AI OCR Accuracy, NLP (Natural Languange Processing), LINE AiCall untuk membuat sistem balasan otomatis oleh AI untuk telepon.

 

Dengan menghadirkan teknologi AI di sejumlah layanan miliknya, LINE bertujuan untuk tidak hanya membantu perusahaan lain dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi dari layanan mereka, tetapi juga membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih mudah bagi pengguna yang menggunakan layanan tersebut.

Platform dan Infrastruktur Data Manajemen Terpadu

keynote_12

Pada kesempatan ini, hadir pula Yoshihiro Saegusa, Verda Dept Lead, yang membawakan sesi Data Platform dan Infrastructure. Melalui sesinya tersebut, ia menyebutkan jika setiap harinya rata-rata 4,1 miliar lebih pesan terkirim di dalam aplikasi LINE dengan jaringan trafik pengguna mencapai puncaknya pada angka 1 Tbps+.
  
Karena data berada pada platform data untuk setiap layanan, manajemen keamanan informasi pun sangat diperlukan, seperti memastikan penelusuran data, pembuatan direktori data, dan rahasia komunikasi.

Oleh karena itu, LINE menggunakan teknologi open source untuk membangun penyimpanan komputasi awan bernama Verda, dan mengintegrasikan platform data setiap layanan. Untuk menangani lalu lintas jaringan yang besar, LINE telah membangun lebih dari 40.000 unit server. Jika ditumpuk, ia memiliki ketinggian sekitar 2.200 meter sebanding dengan 3,5 kali tinggi Menara Tokyo Skytree (634 meter).

Keamanan dan Privasi Data

Naohisa Ichihara, Cyber Security Dept Lead, menjelaskan jika LINE berkomitmen untuk melindungi data dan privasi pengguna, dan sepenuhnya mematuhi pertimbangan hukum dan privasi saat menggunakan materi secara hukum pada sesi Security and Privacy. Tata kelola data adalah elemen yang sangat diperlukan untuk penggunaan data yang lebih ketat guna mengoptimalkan layanan. LINE memperkenalkan Privacy by Design pada fase tahap awal semua pengembangan layanan, dan tim privasi dan hukum melakukan tinjauan serta saran yang paling ketat.

 

LINE menjaga keamanan dan privasi pengguna dari berbagai tingkatan, termasuk LINE Security Vulnerability Return Program yang diluncurkan pada 2016 lalu. Sejak 15 November 2019 kemarin, program ini akan secara resmi ditransfer ke platform HackerOne untuk seluruh dunia. Peretas top dunia bisa ikut berpartisipasi secara terbuka, dan melaporkan perbaikan kerentanan yang dapat diterbitkan secara berkala sehingga perlindungan keamanan akan terus diperkuat.

 

Laporan transparansi LINE yang diterbitkan setengah tahunan sejak 2016, juga dengan jelas mengungkapkan permintaan akses data dari penegak hukum secara global. Pada saat yang sama, LINE memperkenalkan teknologi pembelajaran mesin (machine learninguntuk memerangi spam.

 

Selain sesi Keynote, LINE Developer Day 2019 juga menyelenggarakan beragam sesi talk lain yang bisa diikuti oleh pengunjung, mulai dari Main Talk, Short Track, sesi Poster, hingga sesi Hands-on dan Booths.