Tepat 5 Juni ini kita akan kembali merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Jauh sebelum hari ini dirayakan, banyak orang sudah melakukan aksi ramah lingkungan demi hidup yang lebih sehat dan lebih baik. Termasuk di kantor LINE Indonesia. Kami menemui sejumlah LINERs yang berdedikasi tinggi untuk lebih ramah terhadap lingkungan.

Gabby Thanissia
Gabby

Gabby juga berlatih menjaga lingkungan dengan sekuat hati. Dua barang penting yang wajib ia bawa saat bepergian adalah tumbler dan tas ramah lingkungan. Saat ia makan di restoran, ia juga rajin mengecek apakah restoran tersebut menggunakan produk-produk yang bisa didaur ulang. Ia percaya hal kecil yang kita lakukan bisa berimbas positif terhadap lingkungan. 

Di samping itu, Gabby juga menjadi anggota Setali Indonesia yang bertujuan untuk menjaga lingkungan dari barang-barang yang tidak diperlukan lagi oleh pemiliknya. Melalui organisasi ini, kita bisa menyumbangkan barang-barang yang sudah tidak kita gunakan dan memberikannya untuk orang lain yang memerlukan. Ia juga berharap LINERs lain bisa mengikuti langkahnya melindungi lingkungan dari barang-barang bekas.

Erine Embun
Erine

Tidak jauh berbeda dengan Gabby, Erine juga sudah terbiasa untuk hidup lebih ramah lingkungan. Hal pertama yang ia lakukan adalah dengan menggunakan sabun vegan yang rutin ia lakukan setiap hari. Selain itu, Erine tidak pernah membuang kemasan plastik dari barang-barang yang ia dapatkan. Dengan barang-barang tersebut, Erine menggunakannya untuk keperluan lain, semisal media tanam. Sama halnya seperti Gabby, Erine juga sudah beralih ke tas belanja yang ramah lingkunan dan tidak akan pernah menggunakan tas plastik.

Hal unik lain yang ia lakukan adalah menggunakan sikat gigi berbahan bambu dan kantung sampah berjenis cassava bag. Lebih jauh lagi, Erine juga rajin menggunakan kertas bekas atau daur ulang untuk membuat buku catatan. Biasanya ia menggabungkan semua kertas tersebut dan menjepitnya untuk dijadikan buku catatan. Di rumah, Erine pun berupaya untuk menghemat AC dengan menggunakan Timer sehingga ia tidak setiap saat menggunakan pendingin ruangan.

Annisa Aprianinda
Ninda

Cukup berbeda dengan dua rekannya, Annisa Aprianinda atau yang akrab dipanggil Ninda ini, memilih untuk melangkah lebih jauh saat melakukan aksi ramah lingkungan. Selain menggunakan barang-barang yang tentunya ramah lingkungan, seperti sedotan besi, Ninda juga mulai belajar untuk menjadi seorang vegetarian.

Tidak banyak yang mengetahui jika menjadi seorang vegetarian dapat menyelamatkan bumi dan menjadi lebih ramah lingkungan. Menurut penelitian Cleveland yang diterbitkan tahun ini di Climatic Change, mengurangi daging merah dan daging olahan tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan Anda dan mengurangi emisi dari pertanian, tetapi juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dari sistem perawatan kesehatan.

Melalui aksinya ini, Ninda juga kerap memesan makanan dari vendor yang memang menyediakan makanan khusus untuk vegetarian.